PERAIH MEDALI EMAS PARALIMPIADE TOKYO

Paralimpiade, sebuah pertandingan olahraga khusus bagi orang yang mengalami cacat fisik, mental dan sensoral.

Seperti yang terjadi pada seorang wanita asal Dusun Kecubuk, Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Khalimatus Sa’diyah (22), atlet peraih emas Paramlimpiade Tokyo 2020 akhirnya bisa menyempatkan pulang ke kampung halamannya Sabtu (18/9/2021).

Dan dari hasil susah payahnya ini ia ingin menginvestasikan bonus yang diberikan Presiden Joko Widodo senilai Rp 5,5 miliar untuk membangun Gelanggang Olahraga (GOR) badminton.

Nah, ingin tahu siapa sosok Atlet berusia 22 tahun asal Mojokerto ini ?
Alim, panggilan akrab atlet kelahiran 17 September 1999 ini, sudah mulai berlatih badminton sejak kelas lima SD di Bendo Sport Mojosari.

Wanita yang dulu kerap mendapat cemoohan dan dianggap sebelah mata oleh teman-temannya ini, awalnya ingin menjadi atlet voli atau sepakbola. Karena peran orang tua kurang mendukung, akhirnya dia memutuskan untuk bermain bulu tangkis hingga sekarang ini.

Pada perkembangannya dia mendapat tawaran dari Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur untuk mengikuti kejuaraan Pekan Paralimpiade Pelajar Nasional (Paperpenas) ke-VI tahun 2013 di Jakarta dan memboyong medali emas dari nomor tunggal putri untuk provinsinya. Sejak saat itu Alim pun mulai bertanding di kategori tunggal putri SL4.

Dari sinilah ia menganggap, bermain bulu tangkis ini bisa dijadikan sebagi motivasi untuk mencetak prestasi dan menunjukkan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkarya.

“Kenali potensi dirimu, buatlah orang mengenalmu karena kelebihanmu dan bukan kekuranganmu,” kata Alim seperti dilansir di laman resmi NPC Indonesia.

Juga menurut dia, setiap orang punya kekurangan dan kelebihan  masing-masing. Oleh karenanya tidak apik rasanya jika hanya fokus pada kekurangan tanpa mengasah kelebihan yang dipunyai, (dwi.BI)