TERNYATA BUKAN HANYA NEGARA SINGAPURA SAJA YANG PERNAH MENOLAK UAS

Oleh: dwiBI
Deportasi dan tolak secara prosedur keimigrasian tidak bisa dimaknai sama
Sebab deportasi sifatnya pemulangan/pengusiran seseorang dari suatu negara kembali ke negara asalnya karena orang tersebut melanggar UU yang berlaku yaitu keimigrasian di negara tersebut.

Namun UAS lain, ia sudah patuh dengan prosedur keimigrasian yang ada. Jadi dalam hal ini kepergian UAS di Singapura ditolak ! Karena apa ? Dan bahkan bukan hanya kali ini saja ia ditolak oleh negara lain.

Melansir dari detik.com
UAS pernah juga ditolak
di negara Hong Kong, Timor Leste, Inggris dan juga Belanda pernah menolaknya.

Hal ini bisa menjadi catatan penting, mengapa UAS selalu ditolak ? Hanya UAS saja tentunya yang tahu, mengapa di tolak.

Berikut Daftar Negara yang Pernah Menolak Ustaz Abdul Somad:

1. Hong Kong
Negara pertama yang menolak UAS adalah Hong Kong. UAS ditolak masuk ke Hong Kong pada Desember 2017. UAS berencana menggelar dakwah untuk TKI di negara itu sebelum dideportasi imigrasi Hong Kong.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI saat itu, Lalu Muhamad Iqbal, mengonfirmasi bahwa Hong Kong memiliki hak sepenuhnya untuk menolak UAS. Pun negara itu tidak memiliki kewajiban untuk menjelaskan alasan di baliknya.

2. Timor Leste
Ustaz Abdul Somad ternyata pernah ditolak masuk ke Timor Leste. Peristiwa itu terjadi pada tahun 2018 silam. Petugas imigrasi menghadangnya karena menduga sang ustaz terlibat terorisme.

Menurut UAS, imigrasi Timor Leste melarang UAS setelah mendapat fax dari Jakarta, sejam setelah UAS mendarat di Bandara Timor Leste.

3. Belanda
Di tahun berikutnya 2019, UAS ditolak masuk ke Belanda. Saat itu, UAS mau masuk ke Belanda via Swiss. Namun imigrasi Swiss tidak mengizinkannya masuk. Alasannya, karena paspor UAS tidak memiliki akses masuk ke negara itu. Petugas mendeportasi UAS via Thailand.

4. Jerman
Di tahun yang sama, otoritas Jerman juga melarang UAS masuk ke negara mereka. UAS merasa kebingungan lantaran dia bahkan tidak pernah mengunjungi Eropa sebelumnya.

5. Inggris
Ustaz Abdul Somad juga pernah bermasalah terkait dokumen saat akan mengunjungi Inggris. Dia bahkan tidak diizinkan menumpangi pesawat Royal Brunei.

“Satu jam setelah check-in, ternyata mereka langsung ter-connect jaringan internasional, pesawat Royal Brunei tidak mengizinkan berangkat karena visa saya di-cancel. Padahal visa itu udah ada,” jelas UAS pada 2020.

Nah kalau terus seperti ini jelas akan menjadi preseden buruk langkah selanjutnya bagi UAS jika pergi ke negara lainya. Kasihan kamu UAS, (*)